You signed in with another tab or window. Reload to refresh your session.You signed out in another tab or window. Reload to refresh your session.You switched accounts on another tab or window. Reload to refresh your session.Dismiss alert
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/module-inline.md
+1-1Lines changed: 1 addition & 1 deletion
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -201,7 +201,7 @@ Module item dalam inline module masih sama seperti pada module normal, yaitu ada
201
201
202
202
Dalam *real project* hampir tidak mungkin semua kode ditulis di file `main.rs`. Pastinya kode akan di-split menjadi banyak module sesuai kebutuhan.
203
203
204
-
Kode sebelumya, akan kita refactor. Module `utilities` yang berada di `main.rs` perlu dipindah ke file baru yang sesuai dengan aturan penulisan module, yaitu `nama_module.rs` atau `nama_module/mod.rs`. Di sini penulis memilih `nama_module.rs`, jadi silakan buat file bernama `utilities.rs`, lalu pindah isi itemnya kesana (statement definisi inline module `utilities` tidak perlu ikut dipindah, hanya isinya saja, seperti normalnya definisi module).
204
+
Kode sebelumnya, akan kita refactor. Module `utilities` yang berada di `main.rs` perlu dipindah ke file baru yang sesuai dengan aturan penulisan module, yaitu `nama_module.rs` atau `nama_module/mod.rs`. Di sini penulis memilih `nama_module.rs`, jadi silakan buat file bernama `utilities.rs`, lalu pindah isi itemnya ke sana (statement definisi inline module `utilities` tidak perlu ikut dipindah, hanya isinya saja, seperti normalnya definisi module).
205
205
206
206
O iya, jangan lupa untuk menambahkan statement `mod utilities` pada `main.rs`, agar module terdaftar dan bisa digunakan.
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/path-item.md
+4-4Lines changed: 4 additions & 4 deletions
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -22,7 +22,7 @@ Dalam sebuah path, yang disebut dengan item adalah segment terakhir. Contohnya p
22
22
23
23
Jika di-breakdown, berikut adalah penjelasan dari setiap kombinasi segmen path pada contoh `std::time::Duration`.
24
24
25
-
- Path `std` ➜ adalah path untuk **crate** bernama [**Rust Standard Library**](https://doc.rust-lang.org/std/), isinya adalah sangat banyak item untuk keperluan umum di Rust programming. Lebih jelasnya akan dibahas pada chapter [Rust standard library](#/wip/rust-standard-library).
25
+
- Path `std` ➜ adalah path untuk **crate** bernama [**Rust Standard Library**](https://doc.rust-lang.org/std/), isinya banyak item untuk keperluan umum di Rust programming. Lebih jelasnya akan dibahas pada chapter [Rust standard library](#/wip/rust-standard-library).
26
26
- Path `std::time` ➜ adalah path untuk **module** bernama [`time`](https://doc.rust-lang.org/std/time/index.html), isinya banyak item yang berhubungan dengan operasi waktu/time.
27
27
- Path `std::time::Duration` ➜ adalah path untuk **struct** bernama [`Duration`](https://doc.rust-lang.org/std/time/index.html), yang merupakan representasi dari unit waktu.
28
28
@@ -35,7 +35,7 @@ Jika di-breakdown, berikut adalah penjelasan dari setiap kombinasi segmen path p
35
35
Rust mengenal dua jenis path:
36
36
37
37
- Absolute path ➜ adalah path yang penulisannya lengkap dari root path, contohnya seperti `std::time::Duration`.
38
-
- Relative path ➜ adalah path yang penulisannya relatif terhadap current path, contohnya seperti `self::my_func`, `super::my_mod::my_consntan`.
38
+
- Relative path ➜ adalah path yang penulisannya relatif terhadap current path, contohnya seperti `self::my_func`, `super::my_mod::my_constant`.
39
39
40
40
> Lebih jelasnya mengenai relative path dibahas pada chapter [Module System ➜ Scope & Akses Item](/basic/module-scope-item-access).
41
41
@@ -57,7 +57,7 @@ Seperti yang sudah dibahas bahwa path adalah notasi penulisan alamat untuk item.
57
57
- implementations *(dibahas pada chapter [Function](/basic/function), [Associated Function](/basic/associated-function), dan [Method](/basic/method))*
58
58
- extern blocks
59
59
60
-
## A.18.4. Penerapan paths dalam penggaksesan item
60
+
## A.18.4. Penerapan paths dalam pengaksesan item
61
61
62
62
Pada bagian ini, kita akan coba terapkan path untuk mengakses beberapa item.
63
63
@@ -156,7 +156,7 @@ if reader_res.is_err() {
156
156
157
157
### ◉ Menampilkan isi `message`
158
158
159
-
Jika program berlajan sesuai harapan, tanpa error, pada baris terakhir data dalam `message` ditampilkan ke layar.
159
+
Jika program berjalan sesuai harapan, tanpa error, pada baris terakhir data dalam `message` ditampilkan ke layar.
160
160
161
161
> Tipe data `String` ini tidak perlu dikonversi ke bentuk literal string `&str` untuk ditampilkan menggunakan `println`. Langsung saja sisipkan variabel `String` ke macro tersebut dan `println` akan tau harus menampilkan apa.
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/recoverable-error-handling.md
+1-1Lines changed: 1 addition & 1 deletion
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -217,7 +217,7 @@ Bisa dilihat di kode di atas, ada beberapa metode error handling yang diterapkan
217
217
218
218
> Silakan mengintip kembali chapter [Operator ?](/basic/operator-tanda-tanya) jika diperlukan untuk mengingat kembali cara kerja operator `?`.
219
219
220
-
Metode error handling menggunakan operator `?` sengaja diterapkan pada bagian flush stdout dan eksekusi command. Karena di dalam domain tersebut, ketika ada error maka error-nya pasti berhubungan dengan I/O dan permission di level sistim operasi (OS) yang dimana kita tidak bisa menangani error tersebut dari level program yang sedang dibuat. Oleh karena itu operator `?` digunakan. Dengannya, maka error-error tersebut akan membuat eksekusi program terhenti secara total dan error dimunculkan sebelum program terhenti karena oleh panic error.
220
+
Metode error handling menggunakan operator `?` sengaja diterapkan pada bagian flush stdout dan eksekusi command. Karena di dalam domain tersebut, ketika ada error maka error-nya pasti berhubungan dengan I/O dan permission di level sistem operasi (OS) yang dimana kita tidak bisa menangani error tersebut dari level program yang sedang dibuat. Oleh karena itu operator `?` digunakan. Dengannya, maka error-error tersebut akan membuat eksekusi program terhenti secara total dan error dimunculkan sebelum program terhenti karena oleh panic error.
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/result-type.md
+2-2Lines changed: 2 additions & 2 deletions
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -17,7 +17,7 @@ Tipe `Result` ini adalah tipe yang paling umum dan direkomendasikan untuk diguna
17
17
Tipe data `Result` adalah enum dengan isi 2 buah enum value:
18
18
19
19
-`Result::Ok<T>` (atau `Ok<T>`), digunakan untuk menandai bahwa data isinya adalah kabar baik (oke / mantab / jos / sukses).
20
-
-`Result::Err<E>` (atau `Err<E>`), digunakan untuk menandai bawah data berisi kabar buruk (error).
20
+
-`Result::Err<E>` (atau `Err<E>`), digunakan untuk menandai bahwa data berisi kabar buruk (error).
21
21
22
22
> -`T` dan `E` merupakan parameter generic. Lebih jelasnya mengenai generic dibahas pada chapter [Generics](/basic/generics).
23
23
@@ -148,7 +148,7 @@ Dengan penerapan pattern matching seperti di atas, maka variabel `result` akan s
148
148
149
149
### ◉ Method `is_ok` & `unwrap`
150
150
151
-
Isi dari enum value `Ok<T>` bisa diakses tanpa menggunakan keyword `match` dengan cara memanfaatkan method `unwrap` milik `Result<T, E>`. Sebelum mengakses method tersebut sangat dianjurkan untuk mengecek apakah data berisi `Ok<T> atau tidak`, karena jika data adalah `Err<E>` pengaksesan method `unwrap` menghasilkan error.
151
+
Isi dari enum value `Ok<T>` bisa diakses tanpa menggunakan keyword `match` dengan cara memanfaatkan method `unwrap` milik `Result<T, E>`. Sebelum mengakses method tersebut, sangat dianjurkan untuk mengecek apakah data berisi `Ok<T>` atau tidak, karena jika data adalah `Err<E>` pengaksesan method `unwrap` menghasilkan error.
152
152
153
153
Pengecekan nilai ok atau tidak bisa dilakukan menggunakan method `is_ok`.
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/tipe-data-primitive-scalar.md
+3-3Lines changed: 3 additions & 3 deletions
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -10,7 +10,7 @@ Tipe data scalar sendiri merupakan tipe data primitif yang isinya hanya 1 nilai.
10
10
11
11
## A.5.1. Signed integers
12
12
13
-
Signed integer merupakan tipe data numerik/integer yang bisa menampung nilai positif dan juga negatif. Ada beberapa tipe data singed integer tersedia di Rust yang dibedakan sesuai size-nya.
13
+
Signed integer merupakan tipe data numerik/integer yang bisa menampung nilai positif dan juga negatif. Ada beberapa tipe data signed integer tersedia di Rust yang dibedakan sesuai size-nya.
14
14
15
15
Tipe data ini keyword-nya ditandai dengan huruf awalan `i`, contohnya `i8`, yang mana tipe ini adalah tipe data numerik integer dengan range value yang bisa ditampung adalah mulai dari angka **−128** (didapat dari −(2<sup>7</sup>) hingga **127** (didapat dari 2<sup>7</sup>-1).
16
16
@@ -42,7 +42,7 @@ Berikut merupakan list tipe data signed integers yang ada di Rust. Tidak perlu d
42
42
|`i32`| −(2<sup>31</sup>) hingga (2<sup>31</sup>)-1 |
43
43
|`i64`| −(2<sup>63</sup>) hingga (2<sup>63</sup>)-1 |
44
44
|`i128`| −(2<sup>127</sup>) hingga (2<sup>127</sup>)-1 |
45
-
|`isize`|tipe pointer |
45
+
|`isize`|integer yang ukurannya mengikuti pointer |
46
46
47
47
> Lebih jelasnya tentang tipe data **pointer** dibahas pada chapter terpisah, [Pointer & References](/basic/pointer-references)
48
48
@@ -75,7 +75,7 @@ Berikut list tipe data unsigned integer pada Rust:
75
75
|`u32`| 0 hingga (2<sup>32</sup>)-1 |
76
76
|`u64`| 0 hingga (2<sup>64</sup>)-1 |
77
77
|`u128`| 0 hingga (2<sup>128</sup>)-1 |
78
-
|`usize`|tipe pointer |
78
+
|`usize`|integer yang ukurannya mengikuti pointer |
79
79
80
80
> Lebih jelasnya tentang tipe data **pointer** dibahas pada chapter terpisah, [Pointer & References](/basic/pointer-references)
Error handling atau penanganan error adalah salah satu aspek penting dalam pemrograman selalu umum. Rust mengenal 2 jenis error yaitu **unrecoverable error (panic error)** dan **recoverable error**. Pembahasan chapter ini fokus pada unrecoverable error atau panic error.
7
+
Error handling atau penanganan error adalah salah satu aspek penting dalam pemrograman secara umum. Rust mengenal 2 jenis error yaitu **unrecoverable error (panic error)** dan **recoverable error**. Pembahasan chapter ini fokus pada unrecoverable error atau panic error.
0 commit comments