Skip to content

Latest commit

 

History

History
163 lines (122 loc) · 5.36 KB

File metadata and controls

163 lines (122 loc) · 5.36 KB

Panduan Pengguna - Bandung Walkability Dashboard

Pendahuluan

Dashboard Walkability Bandung adalah aplikasi web interaktif yang memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi dan menganalisis tingkat kemudahan berjalan kaki (walkability) di berbagai wilayah Kota Bandung.

Link akses: text

Navigasi Dashboard

1. Header & KPI Cards

Di bagian atas dashboard, Anda akan melihat 4 kartu metrik utama:

  • Avg Walkability: Rata-rata skor walkability wilayah yang dipilih
  • Avg Trotoar: Rata-rata persentase cakupan trotoar
  • Kepadatan Persimpangan: Rata-rata jumlah persimpangan per km²
  • Akses Fasilitas: Rata-rata persentase akses ke fasilitas umum

2. Sidebar - Filter Wilayah

Filter Kecamatan

  1. Klik dropdown "Pilih Kecamatan"
  2. Pilih "Semua" untuk melihat seluruh Bandung
  3. Atau pilih Kecamatan tertentu (contoh: Coblong, Sumur Bandung)

Filter Kelurahan

  1. Setelah memilih Kecamatan, dropdown "Pilih Kelurahan" akan muncul
  2. Pilih "Semua" untuk melihat semua Kelurahan di Kecamatan tersebut
  3. Atau pilih Kelurahan spesifik untuk analisis detail

3. Peta Interaktif

Memahami Warna

  • Hijau Tua: Skor walkability tinggi (85-100)
  • Hijau Muda: Skor walkability sedang (70-85)
  • Kuning: Skor walkability rendah (50-70)
  • Merah: Skor walkability sangat rendah (0-50)

Interaksi Peta

  • Zoom In/Out: Gunakan tombol +/- atau scroll mouse
  • Pan: Klik dan drag untuk menggeser peta
  • Hover: Arahkan kursor ke poligon untuk melihat detail:
    • Nama Kecamatan
    • Nama Kelurahan
    • Skor Walkability
    • % Trotoar
    • % Fasilitas

4. Grafik Distribusi Skor

Histogram di bagian bawah menunjukkan distribusi skor walkability:

  • Sumbu X: Rentang skor (0-100)
  • Sumbu Y: Jumlah Kelurahan
  • Warna hijau menunjukkan frekuensi

5. Tabel Low Walkability Areas

Tabel menampilkan 10 Kelurahan dengan skor terendah:

  • Berguna untuk identifikasi area prioritas perbaikan
  • Menampilkan Kecamatan, Kelurahan, dan Skor

Contoh Penggunaan

Kasus 1: Analisis Kecamatan

Tujuan: Membandingkan walkability antar Kecamatan

  1. Pilih "Semua" di filter Kecamatan
  2. Perhatikan peta - identifikasi area hijau tua (walkable) vs kuning/merah
  3. Catat KPI "Avg Walkability" sebagai baseline
  4. Ganti filter ke Kecamatan tertentu (misal: Coblong)
  5. Bandingkan KPI baru dengan baseline
  6. Ulangi untuk Kecamatan lain

Kasus 2: Identifikasi Area Prioritas

Tujuan: Menemukan Kelurahan yang perlu perbaikan infrastruktur

  1. Pilih "Semua" di filter Kecamatan
  2. Scroll ke tabel "Top Low Walkability Areas"
  3. Identifikasi Kelurahan dengan skor < 80
  4. Klik Kelurahan tersebut di filter untuk melihat detail
  5. Perhatikan metrik spesifik (trotoar, fasilitas, persimpangan)
  6. Gunakan data untuk rekomendasi perbaikan

Kasus 3: Analisis Detail Kelurahan

Tujuan: Memahami faktor walkability di wilayah spesifik

  1. Pilih Kecamatan (contoh: Sumur Bandung)
  2. Pilih Kelurahan (contoh: Braga)
  3. Perhatikan KPI individual:
    • Skor tinggi + trotoar tinggi = infrastruktur pejalan kaki baik
    • Skor tinggi + fasilitas tinggi = area mixed-use
    • Skor rendah + persimpangan rendah = area suburban/perifer
  4. Hover di peta untuk konfirmasi visual

Interpretasi Metrik

Skor Walkability (0-100)

  • 90-100: Sangat Walkable (pusat kota, area komersial)
  • 80-89: Walkable (area residensial padat)
  • 70-79: Cukup Walkable (area residensial sedang)
  • < 70: Kurang Walkable (area pinggiran, industrial)

Kepadatan Persimpangan

  • > 200/km²: Jaringan jalan sangat terhubung
  • 100-200/km²: Jaringan jalan baik
  • < 100/km²: Jaringan jalan terbatas

% Trotoar

  • > 10%: Cakupan trotoar baik (data OSM)
  • 5-10%: Cakupan trotoar sedang
  • < 5%: Cakupan trotoar rendah (atau data tidak lengkap)

% Fasilitas

  • > 90%: Akses fasilitas sangat baik
  • 80-90%: Akses fasilitas baik
  • < 80%: Akses fasilitas terbatas

Tips & Trik

Performa

  • Untuk performa optimal, filter ke Kecamatan spesifik saat menganalisis detail
  • Refresh halaman (F5) jika peta tidak merespons

Export Data

  • Untuk export data, gunakan file output/walkability_stats.csv
  • Buka di Excel atau Google Sheets untuk analisis lanjutan

Screenshot

  • Gunakan Snipping Tool (Windows) atau Screenshot (Mac) untuk capture peta
  • Berguna untuk presentasi atau laporan

Troubleshooting

Peta Tidak Muncul

  1. Pastikan file output/walkability_kelurahan.geojson ada
  2. Refresh halaman (F5)
  3. Restart dashboard

Filter Tidak Bekerja

  1. Pastikan data sudah ter-load (lihat spinner di pojok kanan atas)
  2. Clear cache Streamlit: Settings → Clear Cache
  3. Restart dashboard

Data Tidak Update

  1. Jalankan ulang python walkbility.py untuk generate data baru
  2. Restart dashboard
  3. Hard refresh browser (Ctrl+Shift+R)

FAQ

Q: Kenapa beberapa Kelurahan memiliki skor 0? A: Kemungkinan data OSM tidak lengkap atau Kelurahan tersebut adalah area non-residensial (kantor pemerintah, dll)

Q: Apakah skor walkability bisa diupdate? A: Ya, jalankan ulang walkbility.py untuk mendapatkan data OSM terbaru

Q: Bagaimana cara export peta? A: Gunakan file walkability_map.html di folder output, atau screenshot dari dashboard

Q: Apakah bisa analisis kota lain? A: Ya, edit parameter place_name di walkbility.py (baris 268)

Versi: 2.0 (Kelurahan-based) Terakhir Diperbarui: 19 Januari 2026